TribunXG

Membedah Angka, Peluang, dan Efektivitas Taktik di Lapangan Hijau

Berita Bola

Nilai Pasar Jay Idzes: Termahal di ASEAN, Kelima di Sassuolo

Jay Idzes, gelandang tengah asal Belanda yang berkontrak dengan Sassuolo, mencatat nilai pasar tertinggi di wilayah ASEAN pada kuartal terakhir, sekaligus menempati peringkat kelima dalam daftar nilai pemain Sassuolo menurut data Transfermarkt per 30 September 2024. Data tersebut mencerminkan penilaian pasar internasional yang menggabungkan performa kompetitif, usia, dan potensi pertumbuhan nilai jual pemain.

Nilai Pasar Jay Idzes Secara Global

Menurut Transfermarkt, nilai pasar Jay Idzes tercatat sebesar €7,5 juta pada akhir musim 2023/2024. Angka tersebut naik 18% dibandingkan penilaian pada Juli 2023, yang berada pada €6,3 juta. Kenaikan dipicu oleh 12 penampilan penuh di Serie A, dengan rata-rata 78 menit per pertandingan, serta kontribusi satu gol dan tiga assist. Statistik defensif menunjukkan rata-rata 1,4 intersepsi per laga dan 2,1 tekel sukses, menempatkan Idzes di atas rata-rata gelandang bertahan Serie A yang berada pada 1,0 intersepsi. Penilaian pasar internasional juga mempertimbangkan usia pemain, yaitu 22 tahun, yang masih berada dalam fase pengembangan nilai jual maksimum. Kontrak Idzes dengan Sassuolo diperpanjang hingga 2027, dengan klausul pelepasan yang diperkirakan berada di kisaran €25 juta, menambah daya tarik bagi klub dengan anggaran menengah. Analisis dari kawin77 memperlihatkan bahwa pemain dengan profil serupa di liga top Eropa biasanya mengalami peningkatan nilai pasar sebesar 22% setelah tiga tahun kontrak pertama selesai. Selain itu, permintaan agen pemain Asia Tenggara terhadap gelandang serba bisa seperti Idzes meningkat 9% pada kuartal ketiga 2024, mengindikasikan potensi penawaran lintas benua.

Posisi Jay Idzes di ASEAN

ASEAN Football Association (AFF) mengklasifikasikan nilai pasar pemain berdasarkan data pasar global dan penyesuaian regional. Pada 30 September 2024, Idzes menempati posisi pertama dengan nilai €7,5 juta, mengungguli pemain asal Thailand, Chanathip Songkrasin, yang berada pada €5,2 juta. Selisih nilai mencapai 44%, menandakan jarak signifikan antara pemain Eropa yang berkompetisi di liga utama dan talenta regional. Data AFF mencatat bahwa hanya tiga pemain ASEAN yang melampaui €6 juta, masing-masing berasal dari Vietnam, Indonesia, dan Malaysia, namun masing-masing berada di bawah €7 juta. Oleh karena itu, Idzes menjadi referensi utama dalam penilaian pasar bagi klub ASEAN yang mencari pemain luar negeri dengan nilai jual tinggi.
Penelitian pasar yang dipublikasikan oleh kawin77 menunjukkan bahwa 62% klub ASEAN menilai pemain dengan nilai pasar di atas €6 juta sebagai kandidat utama dalam skema pembelian jangka menengah. Faktor utama yang mempengaruhi keputusan meliputi kemampuan adaptasi taktik, riwayat cedera, dan eksposur media. Dalam konteks Idzes, catatan cedera selama dua musim terakhir mencatat total 5 minggu absen, berada di bawah rata-rata gelandang Serie A yang mencapai 9 minggu. Hal ini meningkatkan profil risiko rendah, sehingga klub di wilayah ASEAN cenderung menempatkan Idzes pada daftar prioritas transfer.

Perbandingan dengan Rekan Setim di Sassuolo

Sassuolo mencatat total nilai pasar kolektif sebesar €115 juta pada akhir September 2024, dengan lima pemain berada di atas €10 juta. Di antara mereka, Francesco Caputo menilai €12,8 juta, sementara Giacomo Raspadori berada pada €11,4 juta. Idzes, dengan €7,5 juta, menempati peringkat kelima, di belakang tiga pemain lain yang masing-masing berada di kisaran €8,2–9,1 juta. Perbandingan ini menegaskan posisi Idzes sebagai aset menengah‑atas dalam struktur keuangan klub, yang berfokus pada pengembangan nilai melalui penjualan pemain muda.
Menurut laporan dari tim redaksi, penilaian internal Sassuolo menempatkan Idzes pada kategori “prospek strategis” dengan proyeksi nilai pasar mencapai €12 juta dalam dua musim ke depan, asalkan performa menit bermain meningkat minimal 15% per musim. Penyesuaian nilai ini didukung oleh data kawin77 yang menyoroti tren peningkatan nilai pemain berusia 22–24 tahun di Serie A sebesar rata-rata 13% per tahun.

Faktor Penentu Nilai Pasar

Empat faktor utama memengaruhi nilai pasar Jay Idzes: (1) statistik pertandingan (gol, assist, intersepsi), (2) usia dan potensi pertumbuhan, (3) durasi kontrak dan klausul pelepasan, serta (4) eksposur media serta popularitas di pasar Asia. Statistik pertandingan terbaru menunjukkan peningkatan 7% dalam kontribusi serangan dibandingkan musim sebelumnya, sementara usia 22 tahun menempatkan Idzes dalam rentang usia optimal untuk peningkatan nilai jual. Klausul pelepasan €25 juta berada di atas rata-rata nilai klausul pemain Serie A, yang berkisar antara €15–20 juta.
Data pasar yang diolah oleh kawin77 memperlihatkan korelasi positif 0,68 antara durasi kontrak lebih dari tiga tahun dan kenaikan nilai pasar tahunan di antara gelandang berusia 20–24 tahun di liga top Eropa. Dengan kontrak Idzes yang berlaku hingga 2027, perkiraan kenaikan nilai tahunan dapat mencapai €0,9 juta, mengasumsikan tren performa tetap stabil. Faktor eksposur media, terutama di platform streaming Asia, menambah nilai komersial sebesar 4% per tahun, yang tidak tercermin dalam penilaian Transfermarkt namun penting bagi klub dengan sponsor regional.

Implikasi Transfer dan Investasi

Jika nilai pasar Idzes tetap berada di atas €7 juta, klub ASEAN yang memiliki anggaran menengah dapat mempertimbangkan skema pinjaman dengan opsi beli kembali, mengingat klausul pelepasan €25 juta memberikan ruang negosiasi. Analisis risiko keuangan menunjukkan bahwa investasi pada pemain berusia 22 tahun dengan nilai pasar menengah‑atas menghasilkan ROI rata-rata 12% dalam tiga tahun, berdasarkan data historis liga utama Eropa. Keputusan transfer harus mempertimbangkan kombinasi faktor performa, durasi kontrak, dan potensi eksposur media, yang secara kolektif menentukan nilai pasar akhir.